Bupati Kukar Mutasi Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah
Maksimalkan Kinerja SKPD, Bupati Edi Lantik 8 PPTP
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah kembali melakukan mutasi sejumlah
pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, 8 Kepala
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) “bergeser”.
Mutasi berlangsung diruang serba guna Kantor
Bupati Kukar, Senin (17/7/2023). Pejabat yang dilantik yakni Maman Setiawan
yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkim menjadi Kepala Brida Kukar,
Sutikno yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan
(Distanak) menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Alfian Noor yang sebelumnya
menjabat Kepala DLHK menjadi Kepala DPMPTSP, selanjutnya, Setianto Nugroho Aji
sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanahan menjadi Kepala BPBD, Muhammad
Taufik sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkebunan menjadi Kepala Distanak,
Bambang Arwanto sebelumnya Kepala DPMPTSP menjadi Kepala DP3A, dan Fida
Hurasani sebelumnya Kepala BPBD menjadi Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan
Penyelamatan.
Bupati Edi Damansyah berharap dengan
pelantikan Pejabat Tinggi Pratama yakni adanya percapetan yang dilakukan oleh
mereka. Dilakukannya pelantikan tersebut ada 2 hal yang mendasari diantaranya,
penyegaran terhadap aparatur karena sudah ada diatas 5 tahun mereka berada di
SKPDnya, dan bagian dari evaluasi kinerja.
"Evaluasi kinerja ini supaya ada
percepatan kinerja saja, baik yang sudah ditetapkan di dalam APBD 2023,
persiapan anggaran perubahan, maupun persiapan penyusunan rencana kerja
2024," kata Edi Damansyah.
Sehingga kedepan beberapa organisasi yang
memang rendah kinerjanya, harus ada perbaikan. Pihaknya meminta kepada Kepala
OPD,Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) betul betul urusi kantornya.
"Saya minta Kepala OPD urusi kantornya,
kerjaannya, dan tanggung jawabnya, jadi kelihatan mana OPD yang bekerja sungguh
sungguh dan yang mana bekerja biasa saja, hal itu bisa kelihatan saat
melakuka rapat koordinasi dan evaluasi," sebutnya.
Ia juga terus berupaya dalam bagaimana
menjaga aparatur negara di Kukar, hal ini menjadi komitmen bersama bahwa
pemerintah daerah tidak bermain pada kepentingan khusus, tapi tetap berada pada
kaidah dan normanya juga dilakukan dengan baik.(riz)